Yuk Shalat Dhuha

Yuk shalat dhuhaSetiap ibadah tentu tentu ada maksud dan tujuan serta memiliki beberapa keutamaan, artikel berikut ini membahas tentang shalat Dhuha, berikut disampaikan keutamaan, tatacara dan waktu shalat dhuha:

Shalat dhuha sebagai sedekah

Hadist berikut ini menjelaskan bahwa shalat dhuha adalah sedekah untuk tubuh kita.

Dari Abu Dzar al-Ghifari RA, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : “Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan shadaqahnya. Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah dan melarang berbuat munkar adalah shadaqah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Dibangunkan sebuah rumah di surga

Hamba Allah yang rajin mengerjakan shalat dhuha, akan mendapatkan balasan berupa rumah disurga. Hadist Rasulullah Muhammad SAW : “Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ : 634)

Pahala Shalat Dhuha Setara Dengan Pahala Umrah

Hadist dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah. (Shahih al-Targhib : 673)

Waktu Shalat Dhuha

Waktu shalat dhuha adalah setelah terbit matahari hingga menjelang masuk waktu dhuhur. Tetapi lebih baik jika dilakukan pada pagi hari saat matahari sedang naik atau sekitar pukul 09.00 WIB.

Tata Cara Shalat Dhuha

Berikut adalah tata cara mengerjakan sholat dhuha.

Pertama yang harus dilakukan adalah membaca niat. Niat shalat dhuha adalah sebagai berikut:

ﺃﺻَﻠِّﻲ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟﻀُﺤَﻰ ﺭَﻛَﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌﺎﻟﻰَ
“Ushalli sunnatatd-dhuha rak’ataini lillahi ta’alaa”.

Artinya “aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala”.

Shalat dhuha dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat dan dilakukan secara munfarid (tidak berjamaah). Bacaan niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram.

Selanjutnya membaca doa iftitah, surat al-fatihah, dan membaca salah satu surat yang terdapat dalam Al-Qur’an, namun lebih diutamakan membaca surat Adh-Dhuha, Asy-Syamsu, Al-Lail.

Tatacara shalat dhuha, sama dengan shalat sunah lain dari takbir sampai salam.

Doa Shalat Dhuha

Setelah selesai shalat dhuha disunnahkan untuk membaca doa shalat dhuha. Doa setelah shalat dhuha tidak dibatasi. Kita boleh berdoa apa saja yang kita inginkan, tentunya bukan doa yang berisi tentang keburukan. Kita juga boleh membaca doa yang kita sukai. Namun, sebaiknya kita memulai doa dengan menyebut nama Allah SWT, memuji syukur kepada Allah SWT, dan bershalawat atas Nabi Muhammad SAW.

َللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya :

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang shaleh”.

Inilah kekuatan Doa shalat dhuha untuk memohon pada Allah untuk membukakan pintu rejeki dari langit, dari bumi, bahkan rejeki yang jauh mohon didekatkan sesuai hadist Rasulullah berikut ini :

“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Wallahu a’lam

Share ke sosmed yang kamu suka:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *