Tantangan Lulusan Informatika

Dunia kerja merupakan dunia baru yang akan dihadapi oleh semua sarjana atau mahasiswa setelah selesai mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, semua perguruan tinggi tentu sudah memiliki kurikulum untuk membentuk skill serta kopetensi lulusan sehingga lulusan benar benar siap memasuki dunia kerja. Masalah yang sering dihadapi adalah masih sedikitnya kesadaran mahasiswa informatika tentang skill yang harus dimiliki pada saat lulus dan memasuki dunia kerja.

Artikel ini membahas secara ringkas beberapa kopentensi yang wajib dimiliki oleh lulusan informatika saat menyambut dunia kerja.
Untuk membentuk skill lulusan informatika didukung oleh beberapa faktor :

Peran Perguruan Tinggi.
Perguruan tinggi memberi kontribusi penting dalam membentuk profil dan kopentensi lulusan sehingga lulusan mampu bersaing dalam dunia kerja, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membentuk skill lulusan diantaranya, berkerjasama dengan pelaku dunia usaha atau praktisi di bidang Teknologi Informasi (TI) seperti industri untuk mencari lulusan seperti apa yang diharapkan oleh dunia usaha, membekali mahasiswa dengan pelatihan dan sertifikasi kopetensi untuk membentuk skill, Dosen yang mau meng-update pengetahuan yang dimiliki, melibatkan mahasiswa dalam penelitian serta project yang dikelola oleh dosen atau perguruan tinggi.

Peran Mahasiswa.
Mahasiswa sebagai ujung tombak dalam dunia kerja, sebaiknya sejak awal memasuki kampus berbasis informatika menyadari bahwa memiliki skill khusus seperti menguasai Algoritma serta sebuah bahasa pemrograman sehingga mampu diaplikasikan dalam dunia kerja itu sangat penting, lebih baik lagi jika membekali diri dengan kemampuan berorganisasi, kemampuan berkomunikasi dengan baik, sangat bagus untuk menunjang kesuksesan dalam dunia kerja.
Sebagai lulusan informatika, mahasiswa harus mampu melihat peluang dan masalah apa yang bisa diselesaikan dengan skill informatika yang dimiliki.

Diera teknologi informasi yang begitu pesat dimana informasi mengalir dengan cepat serta peralatan penunjang teknologi seperti Smartphone, Tablet, Personal Compoter (PC), Laptop dan peralatan lainnya dengan software (perangkat lunak) yang beragam membuat mahasiswa informatika benar benar harus membekali diri dengan skill informatika.
Skill ini tidak datang begitu saja pada saat kuliah, skill ini terbentuk dari keaktifan mahasiswa dengan cara belajar dan mempraktekkan materi materi kuliah yang diberikan dosen dikelas atau di laboratorium komputer.
Sebagai mahasiswa sebaiknya juga aktif mencari sendiri studi kasus serta contoh contoh pemrograman yang bisa didapatkan gratis melalui internet serta buku buku bahasa pemrograman.

Untuk menyambut dunia kerja saat ini, mahasiswa harus membekali diri dengan kemampuan berikut:

Pemrograman Mobile
Pemrograman Web
Pemrograman Desktop
Networking (Jaringan)
Game Programming
Database
Interfacing

Pemrograman Mobile, untuk membentuk keahlian ini mahasiswa sejak awal harus sudah menguasai Bahasa Java, Android dan Swift untuk iOS, dengan menguasai skill ini, mahasiswa mampu menciptakan aplikasi aplikasi mobile yang bisa dipasarkan bebas atau dipasarkan di PlayStore, Apple Store dan Market lainnya.

Pemrograman Web, mahasiswa harus menguasai penggunaan Webserver, Domain, Hosting, Search Engine Optimization (SEO) dan yang tidak kalah penting adalah penguasaan bahasa scripting seperti HTML5, CSS, AJAX, jQuery, PHP, PHP Framework. Semua skill ini menjadikan mahasiswa mahir dalam membangun website yang komunikatif dan menarik.

Pemrograman Desktop, Pemrograman Desktop merupakan skill yang dimiliki untuk membangun aplikasi yang berjalan di PC, hal yang umum penerapannya bisa dilihat pada progaram Point Of Sale (POS) yang sering disebut dengan aplikasi kasir, aplikasi penggajian, aplikasi absensi dan banyak contoh aplikasi lainnya. Bahasa pemrograman yang harus dikuasai adalah: Java, VB.NET, C, C++, Pascal, Delphi dan banyak bahasa pemrograman lainnya.

Networking (Jaringan), untuk kompetensi ini mahasiswa harus membekali diri dengan kemampuan membangun jaringan komputer dalam dunia kerja berserta security.

Game programming, untuk mampu membangun game baik yang berjalan di peralatan mobile seperti smartphone maupun desktop, mahasiswa harus membekali diri dengan bahasa C, CSharp atau mampu menggunakan IDE Unity, Constructor2, Flash, Maya dan beberapa tools pendukung lainnya.

Database, Kemampuan menguasai database juga menjadi idola dalam dunia kerja, bagaimana mahasiswa merancang database untuk sebuah industri, database untuk sebuah aplikasi, semuanya memerlukan pemahaman database manajemen sistem seperti, Oracle, mySQL, MariaDB, PostgreSQL sehingga juga memahami juga tentang Bisnis Intelijent, Data Mining dan Big Data.

Interfacing, Kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa untuk mengontrol peralatan sehingga mampu mengendalikan mesin, robot, mesin parkir serta perlatan canggih lainnya yang nanti dapat dikembangkan dalam keilmuan Internet of Things. Untuk mengusai skill ini mahasiswa harus membekali diri dengan pengetahuan elektro, bahasa assembler, bahasa C, Arduino dan beberapa bahasa lainnya.

Satu hal yang tak kalah penting yang harus dimiliki mahasiswa adalah kemampuan untuk menjual, selain sebagai ahli dalam membangun sebuah aplikasi, mahasiswa juga harus memahami juga teknik teknik marketing, apakah itu secara online maupun secara offline, sehingga aplikasi yang dibangun bisa dijual pada pasar yang membutuhkan.

Demikian beberapa gambaran skill yang harus dimiliki oleh lulusan informatika, tidak harus semua yang harus dikuasai, cukup satu skill saja seperti Pemrograman Mobile namun menguasai penuh mulai dari dasar sampai mahir. Itu sudah menjadi pegangan kuat untuk memasuki dunia kerja.

Peran Orang tua
Kesuksesan mahasiswa dalam menyambut dunia kerja bukanlah sepenuhnya tanggung jawab perguruan tinggi dan mahasiswa namun orang tua termasuk faktor penting dalam menentukan arah mahasiswa baik selama mengikuti perkuliahan sampai mahasiswa memiliki kepercayaan diri memasuki dunia kerja nantinya, arahan dan kasih sayang orang tua, akan membentuk karakter mahasiswa secara emosional, kedekatan komunikasi dengan anak adalah sesuatu yang berharga bagi anak menyelesaikan masa studi dengan baik.
Pemahaman orang tua dengan bidang studi, matakuliah yang diikuti anak pada masa studi menjadikan orang tua sebagai teman cerita yang nyaman untuk berdiskusi dan berbagi cerita dirumah.

Demikian artikel ini ditulis, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, dosen, mahasiswa, orang tua serta masyarakat luas yang ingin mendapatkan gambaran tentang bagaimana kompetensi lulusan informatika umumnya.

Padang, 18 April 2017

Share ke sosmed yang kamu suka:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *